Nematoda Sista Kentang

NEMATODA SISTA KUNING

(Globodera rostochiensis) PADA KENTANG

Biologi, Distrubisi dan Pengendaliannya

Oleh:

Edi Suwardiwijaya

  1. 1. Pendahuluan

Kentang (Solanum tuberosum L.) di Indonesia adalah salah satu komoditas unggulan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan tanaman utama di dunia.  Selain sebagai komoditas ekspor, kentang juga semakin banyak dibutuhkan di dalam negeri sebagai bahan baku industri makanan ringan dan restoran cepat saji disamping sebagai konsumsi sayur rumah tangga.  Dengan adanya peningkatan permintaan terhadap produk kentang merupakan tantangan dan peluang bagi petani produsen untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi yang aman konsumsi.

(selanjutnya download Nematoda Sista Kentang. Biologi, Distribusi dan Pengendaliannya)

Untuk catatan saya, mohon kirimkan komentar dan identitas anda, jika anda menggunakan (download) tulisan pada Blog’s saya

============================

For my note, request to deliver your identity and comment if you use (article download) in my Blog’s

Iklim untuk Peramalan OPT

FAKTOR IKLIM DALAM PENGEMBANGAN MODEL PERAMALAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN

Oleh: Edi Suwardiwijaya

Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Jl. Raya Kaliasin. Tromol Pos 1 Jatisari. Karawang. Telp./Fax (0264) 360581

I.    PENDAHULUAN

Seseorang sering berfikir tentang iklim dalam hubunganya dengan bencana banjir serta kekeringan saja, karena bencana tersebut yang dirasakan berpengaruh nyata pada pertanian di daerah tropika (Baradas, 1984).  Padahal iklim juga merupakan penyebab terjadinya ledakan hama dan penyakit tanaman, akibat perubahan lingkungan fisik yang dramatis, termasuk di dalamnya teori sinar matahari (Elton, 1924) dan teori iklim (Greenbank, 1956), sehingga mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas produksi.

Lebih dari 240 tahun yang lalu faktor iklim diketahui sebagai faktor penting yang berpengaruh terhadap perkembangan hidup serangga tetapi baru 60 tahun yang lalu dilakukan penelitian.  Iklim diketahui berpengaruh besar terhadap distribusi, kelimpahan, dan tingkah laku serangga baik secara langsung maupun tidak, terutama pada proses perkembangan, penetasan, ganti kulit, pergantian pupa, pembuahan, dan peletakan telur, begitu juga pada pergerakan, terbang, dan pencarian inang (Massenger, 1976).  Perubahan suhu, kelembaban dan/atau pola angin secara langsung merangsang pergerakan serangga dan dapat menjadi pemicu terjadinya ledakan serangan (Wellington and Trimble, 1984). Iklim juga berpengaruh terhadap perkembangan penyakit tanaman, antara lain pada proses peletakan spora, infeksi, kolonisasi, dan pertumbuhan spora (Nelson, 1976).

Faktor-faktor iklim yang diduga berpengaruh terhadap serangga hama, dikemukakan oleh Kisimoto dan Dyck (1976) adalah suhu, kelembaban relatif, curah hujan, dan angin.  Kisimoto dan Dyck (1976)  juga mengemukakan, daftar para ahli yang telah meneliti hubungan antara faktor lingkungan fisik, seperti suhu dan kelembaban relatif terhadap bionomi serangga, yang meliputi aspek perkembangan, kelangsungan hidup, reproduksi dan tingkah laku serangga.

Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut menjadi jelas bahwa faktor iklim adalah merupakan variabel penting dalam peramalan serangan hama dan penyakit tanaman.

(selanjutnya download Faktor Iklim dalam Peramalan OPT)

Untuk catatan saya, mohon kirimkan komentar dan identitas anda, jika anda menggunakan (download) tulisan pada Blog’s saya

============================

For my note, request to deliver your identity and comment if you use (article download) in my Blog’s

Pemetaan Daerah Endemis OPT

DASAR PEMETAAN DAERAH ENDEMIS

ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN

Oleh :

Edi Suwardiwijaya

Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Jl. Raya Kaliasin. Tromol Pos 1 Jatisari. Karawang. Telp./Fax (0264) 360581

  1. PENDAHULUAN

Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan salah satu faktor pembatas dalam peningkatan kuantitas maupun kualitas produksi pangan dan hortikultura di Indonesia. Kerusakan yang diakibatkan OPT bervariasi tergantung jenis OPT, varietas, dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya.

Untuk meningkatkan kualitas dan mencegah kehilangan hasil yang di sebabkan oleh OPT, maka diperlukan peningkatan informasi mengenai OPT penting pada komoditi utama tanaman pangan maupun hortikultura.  Salah satu prioritas utama yang perlu diinformasikan adalah pemetaan daerah endemis serangan OPT di wilayah Indonesia, sebagai langkah awal untuk mengetahui penyebaran OPT yang menjadi dasar menentukan strategi dalam menghadapi permasalahan yang timbul akibat adanya gangguan OPT. Informasi ini juga penting bagi para petani dan pengusaha sehingga dapat memahami dan dapat mengantisipasi terhadap kemungkinan timbulnya OPT yang dapat menurunkan kualitas dan produksi usaha taninya.  Selain itu juga dapat digunakan sebagai acuan untuk upaya pencegahan keluar/masuknya penyakit dari satu area ke area lain di wilayah Indonesia.

II.      SUMBER DATA

Kedua metode analisis daerah endemis dilakukan berdasarkan data histories yang bersumber dari laporan 2 (dua) mingguan Petugas Pengamat Hama dan Penyakit (PHP).  Data yang digunakan adalah data Luas Tambah Serangan (LTS) OPT yang terbagi dalam 4 (empat) kategori, yaitu Ringan (R), Sedang (S), Berat (B) dan Puso dalam satuan hektar.

(……………. selanjutnya download Analisis Pemetaan Daerah Endemis Organisme Pengganggu Tumbuhan )

Untuk catatan saya, mohon kirimkan komentar dan identitas anda, jika anda menggunakan (download) tulisan pada Blog’s saya

============================

For my note, request to deliver your identity and comment if you use (article download) in my Blog’s

Contoh Aplikasi Analisis Daerah Endemis OPT

Dengan adanya permintaan beberapa pengguna blog tentang contoh aplikasi analisis daerah endemis OPT, maka saya mencoba membuat cntoh praktis dengan menggunakan Microsoft Excel. Mudah-mudahan bermanfaat. Silahkan “download” file di bawah ini:
Contoh aplikasi analisis daerah endemis OPT

Pemanfaatan Data Radar Cuaca Harimau untuk Peramalan OPT

Pemanfaatan Data Radar Cuaca Harimau untuk Peramalan OPT

Pola pikir analisis data dalam membangun model peramalan OPT dengan memanfaatkan data Radar Cuaca Harimau. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara BPPT dengan BBPOPT.

Skema Polapikir Analisis (download)

Contoh Analisis Peramalan OPT

Karena banyak yang meminta saya untuk menyajikan proses atau tahapan membangun model peramalan OPT yang sederhana, maka saya menyajikan 2 (dua) buah contoh analisis peramalan dengan menggunakan metode KAUSAL melalui fasilitas REGRESI pada perangkat lunak Microsoft Excel. Mudah-mudahan contoh simulai ini dapat membantu anda untuk mencoba mengembangkan model peramalan OPT secara sederhana.

Silahkan download file dengan meng-klik alamat di bawah ini:

Contoh Analisis Peramalan KAUSAL

Contoh Analisis LINEAR BERGANDA

Iman, Hijrah dan Jihad

Iman, Hijrah dan Jihad

Dalam perjalanan menuju Jakarta bersama rombongan untuk mengikuti acara Halal bil halal saya mendapat wejangan dari seorang teman (Bpk. Firdaus atau Oos: Red). Beliau berceritera tentang pertemuannya di Bandung dengan teman-temannya, yang diantaranya adalah Bpk. Dikdik S Hasbullah dari Yayasan Darul Hikam (maaf jika salah ejaan; Red) yang didaulat untuk memberikan siraman rohani bagi teman-temannya.

Dalam wejangannya Bpk. Dikdik membahas tentang 3 hal pegangan hidup bagi manusia yang berkualitas, yaitu IMAN, HIJRAH dan JIHAD.

Uraian singkatnya yang pertama adalah bahwa semua manusia dari berbagai agama atau kepercayaan pasti punya Iman terhadap Tuhan, Iman inilah yang mengatur kehidupan manusia, Iman bisa berubah setiap saat bisa menguat dan bisa melemah. Jika Iman menguat maka manusia akan selalu ingat bahwa semua perbuatannya diawasi oleh Tuhan, sehingga manusia cenderung melakukan hal-hal yang baik dan positif, sebaliknya jika Iman melemah manusia akan cenderung melakukan hal-hal yang jelek dan negatif.  Maka jika ingin manusia berkualitas harus tetap menjaga Iman agar tetap kuat.

Kedua, Hijrah artinya berpindah atau berubah yang mengandung arti bahwa manusia yang berkualitas harus selalu mengalami perubahan dari yang jelek menjadi baik dan dari baik menjadi lebih baik. Contoh sederhana dalam kehidupan pemerintahan, jika ada perubahan peraturan maka kita harus mengikutinya, itu namanya Hijrah. Bekerja dan selalu berusaha mencari yang lebih baik, itu namanya Hijrah. Maka maaf, jika seseorang yang selalu mengikuti kebiasaan lama, itu namanya belum Hijrah.

Ketiga adalah Jihad artinya berjuang melakukan kegiatan yang lebih dari batasan standar.  Seeorang yang berkualitas selalu melaksanakan kegiatan yang lebih dari batasan standar yang telah ditetapkan. Contohnya, bagi umat muslim sehari diwajibkan melaksanakan shalat 5 waktu, maka maaf jika hanya baru melaksanakan kewajiban tersebut berarti belum disebut Jihad. Maka jika ingin dikategorikan Jihad maka harus menambah dengan shalat-shalat sunat. Begitupun jika seseorang dalam bekerja hanya baru bisa menyelesaikan tugas atau sasaran atau target yang telah ditetapkan, maka itu belum Jihad namanya. Kalau ingin melaksanakan Jihad, hasil kerja kita harus melebihi tugas atau sasaran atau target yang telah ditetapkan.

Wejangan yang singkat namun bagi saya menjadi catatan khusus yang dapat menjadi motivasi dan pegangan standar hidup yang berkualitas.

Stop dreaming, start action.

Kata-kata mutiara

Silahkan download Kata-kata Mutiara sebagai bahan renungan

Pengantar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan

EDI SUWARDIWIJAYA DAN HARSONO LANYA

Pengantar Peramalan
Organisme Pengganggu Tumbuhan

I. PENDAHULUAN
Penerapan PHT secara operasional mencakup upaya secara preemtif dan responsif. Upaya preemtif adalah upaya pengendalian yang didasarkan pada informasi dan pengalaman status OPT waktu sebelumnya. Upaya ini mencakup penentuan pola tanam, penentuan varietas, penentuan waktu tanam, keserentakan tanam, pemupukan, pengairan, jarak tanam, penyiangan, penggunaan antagonis dan budidaya lainnya untuk menciptakan budidaya tanaman sehat. Sedangkan upaya responsif adalah upaya pengendalian yang didasarkan pada informasi status OPT dan faktor yang berpengaruh pada musim yang sedang berlangsung, serta pertimbangan biaya manfaat dari tindakan yang perlu dilakukan. Upaya ini antara lain seperti penggunaan musuh alami, pestisida nabati, pengendalian mekanis, atraktan dan pestisida kimia
Untuk melaksanakan tindakan operasional tersebut di atas diperlukan informasi ekologis, terutama tentang perkembangan populasi/serangan OPT dan musuh alaminya, perkembangan tanaman inang, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi perkembangan OPT. Informasi tersebut artimya merupakan pemahaman terhadap agroekosistem yang akan dikelola dengan melakukan analisis terhadap data historis ekologis atau analisis ekosistem. Hasil analisis ekosistem tersebut dapat disusun dalam suatu model prediksi kejadian serangan OPT atau model peramalan OPT, yang selanjutnya hasil aplikasi model peramalan berupa informasi peramalan OPT pada suatu daerah atau lokasi dapat dijadikan input dalam merencanakan agroekosistem atau merencanakan usahatani. Pada lingkup kelompok tani, perencanaan kegiatan tersebut dapat dituangkan melalui penyusunan RDK dan RDKK .

Selanjutnya, silahkan download Pengantar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan

ANALISIS KEHILANGAN HASIL PADA TANAMAN HORTIKULTURA

Edi Suwardiwijaya
Fungsional POPT Balai Besar Peramalan OPT, Jatisari, Karawang, Jawa Barat

1. Pendahuluan
Tanaman menyediakan produk yang mempunyai nilai ekonomi kepada petani berupa berat biji, buah, umbi per unit lahan atau tanaman, atau persentase hasil yang tidak rusak. Pada komoditi hortikultura produk yang dihasilkan bukan hanya biji, buah dan umbi, namun daun, bunga, batang/cabang/ranting dan akar, secara ekonomi bukan hanya kuantitas yang perlu diperhitungkan tetapi juga kualitasnya. Hasil panenan yang diperoleh petani tergantung dari sistem budidaya, iklim/cuaca (hujan, suhu, kelembaban, ozon/polutan udara dll.), keberadaan air, tipe dan tingkatan faktor input dan ganguan OPT. Kalau semua faktor optimal maka petani akan memperoleh hasil yang paling tinggi.
Hasil panenan nyata dari tanaman dapat ditentukan oleh tipe dan tingkatan input dan sistem budidaya yang dilakukan petani, serta interaksi semua faktor tersebut dengan iklim/cuaca dan OPT. Perbedaan hasil nyata tanaman dan potensi yang dapat dicapai tergantung dari semua faktor di atas selama pertumbuhan tanaman sampai dengan panen. Kehilangan hasil dihitung dari perbedaan hasil nyata dengan potensi hasil yang dapat dicapai yang mungkin dipengaruhi oleh berbagai komponen secara individu. Kehilangan hasil akibat gangguan OPT merupakan bagian kecil dari komponen yang mebatasi proses produksi tanaman, dan secara individu banyak menjadi kendala bagi ilmuwan dalam melakukan evaluasi dan analisis (Dent, 1991).

Selanjutnya, download file berikut  ini.: Kajian kehilangan hasil tanaman hortikultura

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.