Penilaian Kualitas SL-PHT


PENILAIAN KUALITAS PELAKSANAAN DAN EVALUASI DAMPAK SL-PHT

Oleh:

Edi Suwardiwijaya dan Joko Priyono

Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Disampaikan pada:

Workshop Penyusunan Database SL-PHT

Direktorat Perlindungan Hortikultura. Direktorat Jenderal Hortikultura

Bandung, 28-30 Mei 2008

1. Pendahuluan

Implementasi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) mempunyai sasaran antara lain, pengurangan biaya pestisida, meningkatkan produksi, dan penurunan kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia.  Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) telah diakui oleh lembaga dan pakar international sebagai program pelatihan inovatif yang  mampu meningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengimplementasikan PHT.  Sekolah Lapang berpedoman pada prinsip pendidikan non-formal atau proses belajar dari pengalaman secara partisipatif selama satu musim tanam adalah metode yang tepat bagi masyarakat pedesaan.   Sasaran dari SL-PHT adalah membentuk petani menjadi ahli PHT dan manajer yang mampu membuat keputusan dalam usaha taninya.  Aktivitas belajar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengumpulkan, meneliti, menginterpretasikan informasi, melakukan pengambilan keputusan tindakan dan mengevaluasi pengaruh tindakan yang dilakukan berikutnya sesuai dengan permasalahan dan kondisi lokal spesifik yang petani hadapi dalam usaha taninya (Useem et. al. 1992).

Keberhasilan SL-PHT tidak cukup hanya diukur dari berapa jumlah kelompok SL-PHT yang telah dilaksanakan dan berapa jumlah petani yang telah mengikuti SL-PHT, namun lebih jauh perlu diukur dari kualitas pelaksanaan dan dampak SL-PHT baik jangka pendek maupun panjang.  Tingkatan kualitas pelaksanaan dan dampak SL-PHT sangat beragam yang dipengaruhi oleh banyak faktor, baik internal (seperti pemilihan peserta dan lokasi tempat latihan, pengelolaan dan organisasi pelaksana SL-PHT, tingkat kepiawaian fasilitator) maupun eksternal (seperti pemerintah dan lembaga donatur, alat dan bahan, ketersedian biaya, bahkan pengaruh perubahan iklim dan perubahan harga hasil panen). Penilaian kualitas pelaksanaan dan evaluasi dampak SL-PHT telah banyak dikaji dan didiskusikan, namun sampai saat ini belum ada metodologi yang telah disepakati secara ilmiah oleh masyarakat luas. Berikut ini diuraikan secara singkat beberapa contoh metode dan kriteria yang telah dilakukan dalam rangka penilaian kualitas pelaksanaan dan evaluasi dampak SL-PHT.

(selanjutnya silahkan download Evaluasi Kualitas dan Dampak Pelaksanaan SL-PHT)

Untuk catatan saya, mohon kirimkan komentar dan identitas anda, jika anda menggunakan (download) tulisan pada Blog’s saya

============================

For my note, request to deliver your identity and comment if you use (article download) in my Blog’s

3 responses to this post.

  1. Posted by nurul huda on February 22, 2010 at 3:38 pm

    bapak edisuwardi W yang terhormat,maaf saya nurul huda THL-TB POPT-PHP Kec Bungaraya Kab Siak,saya mohon pada bapak, agar THL PHP piawai dalam pendampingan SL PHT,kami mohon diadakan pelatihan kepemanduan,gmana caranya agar THL ini bisa seperti pak edis semua.Terus terag saya ngefen pada bapak dalam urusan kepemanduan.satu lagi pertanyaan pak,gmaa nasib THL PHP selanjutnya,dengar2 akan putus 2011.

    Reply

    • Posted by edisw on February 24, 2010 at 4:29 am

      Terima kasih Nurul Huda. Untuk jadi pemandu pendidikan orang dewasa memang ada pelatihannya. dalam rangka kegiatan sekolah lapang (SL); SL-PHT, SL-PTT, SLI atau SL-SL lainnya itu metode pembelajarannya sama, yang beda hanya pada subtansi/materi yang dibahas atau disampaikan. Biasanya untuk kegiatan SL untuk para pemandunya ada pelatihan pemandu atau TOT (Training of Trainner) yang dilaksanakan oleh nasional, propinsi atau kabupaten. tapi sebenarnya yang penting bukan ikut pelatihannya tapi adalah pengalaman jam terbang sebab banyak yang sudah latihan tapi kemampuannya tidak optimum. untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang kepemanduan Nurul bisa cari info2 dari internet dan berusaha mencobanya untuk diaplikasikan di masyarakat.

      Tentang THL, setahu saya perpanjangan tahun 2010 sudah dibahas di MPTHI Kalimantan selatan dan sekarang dilanjutkan, sedangkan untuk 2011 saya belum tahu, karena semua itu selalu dibahas setiap tahun oleh pejabat2 pusat maupun daerah, apa akan dilanjut atau distop, itu juga tergantung kebijakan dan anggaran yang tersedia di Kementerian Pertanian.

      Reply

  2. Posted by nurul huda on September 5, 2010 at 10:48 am

    Terimakasih banyak atas saran dan komentarnya ya pak,saya akan berusaha lebih baik lagi dalam tupoksi saya sebagai seorang popt-php.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: