Iman, Hijrah dan Jihad


Iman, Hijrah dan Jihad

Dalam perjalanan menuju Jakarta bersama rombongan untuk mengikuti acara Halal bil halal saya mendapat wejangan dari seorang teman (Bpk. Firdaus atau Oos: Red). Beliau berceritera tentang pertemuannya di Bandung dengan teman-temannya, yang diantaranya adalah Bpk. Dikdik S Hasbullah dari Yayasan Darul Hikam (maaf jika salah ejaan; Red) yang didaulat untuk memberikan siraman rohani bagi teman-temannya.

Dalam wejangannya Bpk. Dikdik membahas tentang 3 hal pegangan hidup bagi manusia yang berkualitas, yaitu IMAN, HIJRAH dan JIHAD.

Uraian singkatnya yang pertama adalah bahwa semua manusia dari berbagai agama atau kepercayaan pasti punya Iman terhadap Tuhan, Iman inilah yang mengatur kehidupan manusia, Iman bisa berubah setiap saat bisa menguat dan bisa melemah. Jika Iman menguat maka manusia akan selalu ingat bahwa semua perbuatannya diawasi oleh Tuhan, sehingga manusia cenderung melakukan hal-hal yang baik dan positif, sebaliknya jika Iman melemah manusia akan cenderung melakukan hal-hal yang jelek dan negatif.  Maka jika ingin manusia berkualitas harus tetap menjaga Iman agar tetap kuat.

Kedua, Hijrah artinya berpindah atau berubah yang mengandung arti bahwa manusia yang berkualitas harus selalu mengalami perubahan dari yang jelek menjadi baik dan dari baik menjadi lebih baik. Contoh sederhana dalam kehidupan pemerintahan, jika ada perubahan peraturan maka kita harus mengikutinya, itu namanya Hijrah. Bekerja dan selalu berusaha mencari yang lebih baik, itu namanya Hijrah. Maka maaf, jika seseorang yang selalu mengikuti kebiasaan lama, itu namanya belum Hijrah.

Ketiga adalah Jihad artinya berjuang melakukan kegiatan yang lebih dari batasan standar.  Seeorang yang berkualitas selalu melaksanakan kegiatan yang lebih dari batasan standar yang telah ditetapkan. Contohnya, bagi umat muslim sehari diwajibkan melaksanakan shalat 5 waktu, maka maaf jika hanya baru melaksanakan kewajiban tersebut berarti belum disebut Jihad. Maka jika ingin dikategorikan Jihad maka harus menambah dengan shalat-shalat sunat. Begitupun jika seseorang dalam bekerja hanya baru bisa menyelesaikan tugas atau sasaran atau target yang telah ditetapkan, maka itu belum Jihad namanya. Kalau ingin melaksanakan Jihad, hasil kerja kita harus melebihi tugas atau sasaran atau target yang telah ditetapkan.

Wejangan yang singkat namun bagi saya menjadi catatan khusus yang dapat menjadi motivasi dan pegangan standar hidup yang berkualitas.

Stop dreaming, start action.

4 responses to this post.

  1. pengalaman pribadi ya..
    Sepertinya post di atas adalah sikap kerja dan personalitas tiap orang.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: